Feeds RSS

Tuesday, October 6, 2009

Ukhwati.. Kemanakah pergi rasa malu mu?

Jiwaku seorang muslim terguris pilu, tatkala terlihat pergaulan remaja kian hari yang sungguh telah jauh dari norma-norma agama. Kita sering melihat wanita zaman ini tidak lagi mengindahkan peringatan-peringatan yang telah diajar oleh Nabi kita Muhammad S.W.T dalam hal berpakaian.

“Dua golongan termasuk penghuni neraka, aku (sendiri) belum pernah melihat mereka,.........dan wanita yang berpakaian (tetapi) hakikatnya telanjang, yang berjalan lenggang-lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak akan masuk Syurga, bahkan tidak mendapatkan baunya padahal bau Syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian ( HR Muslim no. 2128 )

Renungkan, cara berpakaian mereka sudah begitu jauh dari nilai kesopanan, berpakaian tapi pada hakikatnya bertelanjang? yang dengan jelas dapat menggambarkan tiap lekuk-lekuk tubuhnya tanpa perasaan malu sedikitpun.

Ukhwati...” untuk siapa harusnya engkau menampakkan semua itu...”? “Untuk siapakah engkau seharusnya berhias...”?

“Apakah dirimu rela, kecantikan yang kamu miliki itu dinikmati oleh orang-orang yang dekat dan yang jauh darimu?”. ?”. “Bagaimana engkau mampu menyelamatkan dirimu dari semua renungan tajam serigala buas yang bertopengkan manusia?” “Relakah kamu menjadi umpama barang dagangan yang murah harganya, bagi semua orang, yang mampu dibeli oleh yang jahat ataupun yang terpuji?”. “Mahukah kamu, jika dihargai dengan nilai yang serendah itu?”

Ukhwati...engkau amatlah mahal dan berharga sekali. Pernah atau pun tak terlintas dalam benak fikiranmu, bagaimana seorang pembeli membelek-belek barang yang ingin dibelinya? Jika dia tertarik dan berhajat untuk membelinya, lantas dia akan meminta penjual agar diberikan barangan baru yang sama jenis yang masih tersusun elok di atas rak. Dia ingin supaya yang barang dibelinya adalah barang yang belum pernah disentuh oleh siapapun.

Renungkanlah perumpamaan ini dengan baik. Dari situ, engkau akan tahu betapa berharganya dirimu, yaknilah.. engkau menyembunyikan apa yang harus engkau sembunyikan berdasarkan perintah Allah Ta’ala.

Ukhwati...hadirkanlah hatimu sejenak, buanglah jauh-jauh rasa egomu, bersihkan jiwamu dari bisikan nafsu yang keji kerana ingin ku ajak dirimu untuk mengarungi samudera kisah nyata yang bertaburan hikmah didalamnya.

Disini aku ada cerita, cerita seorang artis terkenal, yang datang di satu negara Arab. Untuk menghiburkan sebuah majlis di negara tersebut.

Salah seorang wanita solehah menghubungi artis tersebut melalui telefon. Dia ingin melaksanakan peranan amar ma’ruf nahi mungkar. Segera ia mencari nombor telefon bilik hotel di mana tempat artis itu menginap, setelah menenemuinya, segera dia menghubungi. Selanjutnya terjadilah dialog seperti dibawah ini:

.....

Ukhti : Kami sangat mengalukan kedatangan awak di negeri kami. Kami sangat gembira atas kehadiran awak disini. Harap awak sudi menjawabnya.”

Artis : “Terima kasih, tanyalah!”

Ukhti : “Jika awak memiliki barang yang berharga, dimana awak akan menyimpannya?”

Artis : “Pastinya ditempat yang khas, dan saya akan pastikan saya menguncinya sehingga tidak seorangpun boleh mengambilnya!.”

Ukhti : “Jika sesuatu itu barang yang paling berharga sekali, dimana awak akan menyembunyikannya?”

Artis :” Ditempat yang sangat khas, sehingga saya pasti ia selamat dan tidak ada satu tangan pun yang boleh menyentuhnya.”

Ukhti :” Apakah sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seorang yang bergelar wanita?”

Artis : (lama tiada jawapan)

Ukhti : “Bukankah kesucian dirinya merupakan sesuatu yang paling berharga yang dia miliki?”

Artis :” Benar, sesuatu yang paling berharga milik wanita adalah kesuciannya.”

Ukhti :” Apakah sesuatu yang amat berharga itu boleh di pertontonkan kepada umum?”

Ukhwati...semoga kisah ini membangkitkanmu dari buaian nafsu syaitan yang telah lama membuai mimpi-mimpi tidurmu, jika tidak pun, maka sedarlah boleh jadi kematian akan menjemputmu setelah setahun, sebulan, seminggu, sehari, sejam atau sesaat kemudian nanti, semua itu tidak disangka-sangka, selama kamu tidak pernah tahu bila ajal bakal menjemputmu. Kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sakit, tidak juga hanya kepada yang berusia, tetapi juga mereka yang hidup sihat, dewasa, anak muda bahkan anak kecil yang menyusu di pangkuan sang ibunya, sedangkan dirimu masih dan masih dalam keadaan kehilangan rasa malu.

Kempen Menutup aurat Kelantan.


Sumber: Diubahsuai dari artikel asal . Credit setingginya kepada penulis asal.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih, komen dan pandangan dialukan.